Hadist ke-1 (Shalat adalah Ibadah Terpenting Setelah Syahadat)

 

غَنْ اِبْنُ عُمَرَ قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهُ صَلّى اللّٰه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:بُنِيَ الٳسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ:شَهَادَةِاَنْ لاَٳِلٰه ٳلاَاللّٰهَ وٲٰنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَٳِقَامِ الصَّلوٰةِ وٳِيْتَآءِ الزَّكٰوةِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ وَحَجِّ البَيْتِ [مُتَّفَقُ عَلَيْهِ]

Artinya:

“Dari Abdullah bin Umar, r.a Rasullulah, SAW bersabda, “Islam dibangun atas lima tiang: Bersaksi bahwa sanya tiada Tuhan kecuali Allah, dan Muhammad adalah Hamba-Nya dan utusan-Nya, mendirikan Shalat, membayar zakat, puasa pada bulan Ramadhan, dan mengerjakan haji”

 

Kelima hal tersebut merupakan rukun Islam yang penting dan besar. Agama Islam diibaratkan oleh Rasullulah, SAW seperti sebuah kemah yang disangga oleh lima tiang. Tiang tengahnya adalah kalimat Syahadat, empat tiang lainya adalah tiang-tiang pendukung disetiap penjuru kemah. Tanpa tiang tengah kemah tersebut tidak akan bisa berdiri. Apabila salah satu dari empat tiangnya tidak ada, kemah tetap berdiri, tetapi sudut yang tidak bertiang tersebut miring. Berdasarkan hadist, diatas marilah kita sendiri sejauh manakah kita telah menegakan kemah Islam. Benarkah setiap tiang telah kita tegakan dengan sempurna ?

 


Photo by Ali Arapoğlu from Pexels

Lima tiang yang disebutkan dalam Hadist di atas menunjukkan kewajiban-kewajiban yang penting bagi seorang muslim. Sungguh tidak mungkin bagi seorang muslim apabila tidak memiliki salah satu tiang tesebut. Meskipun penting bagi setiap muslim untuk memperhatikan semuanya, dalam Islam tiang Shalat adalah tiang terpenting setelah iman.

 

Abdullah bin Mas’ud, r.a berkata “Aku pernah bertanya kepada Rasullulah, SAW, amalan manusia yang manakah yang paling di cintai Allah, SWT ?”, Rasullulah, SAW menjawab, “Shalat” kemudia ku tanya lagi “lalu apa ?” jawab Rasullulah, SAW “Berbuat baik kepada kedua orang tua” kemudia aku tanya lagi “Selain itu apa ? “ Rasulullah, SAW menjawab “Jihad””.

 

Muaula Ali Qari, Rah.a menyatakan bahwa para Ulama telah menjadikan Hadist ini sebagai dalil bahwa Shalat adalah merupakan kewajiban yang paling penting setelah Iman. Hal ini diperkuat oleh sebuah Hadist yang menerangkan bahwa Rasullulah, SAW bersabda:

اَلصَّلوٰةُ خَيْرُمَوْضُوْعِ

Artinya : “Shalat adalah sebaik-baiknya perintah Allah”

 

Selain Hadist diatas, banyak lagi hadist yang dengan jelas menerangkan bahwa amalan manusia yang terbaik adalah Shalat. Dalam Kitab Jami ‘us-Shaghir disebutkan ada lima orang Sahabat yang meriwayatkan Hadist diatas. Mereka adalah Tsauban ra, Ibnu Umar ra, Salmah ra, Abu Umamah ra dan Ubadah ra. Ada lagi Hadis dari Ibnu Mas’ud ra dan Anas ra adalah Shalat tepat pada waktunya adalah amalan yang paling Afdhal (Jami ‘us-shagir). Ibnu Umar dan Ummu Farwah juga telah meriwayatkan bahwa Shalat tepat pada waktunya adalah amalan yang paling afdhal. Semua Hadist tersebut memperkuat masud Hadist diatas. 

Komentar