Hadits ke 1 (Sebaik baik Umat Nabi Muhammad, SAW adalah yang belajar AL Qur’an dan mengajarkannya)

 عَنْ عُثْمَانَ رَضِى اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ قَاَلَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسلَّمَ خَيْرَ كُمْ مَّنْ تَعَلَّمَ اَلْقُرآنَ وعلَّمَهُ  {رواه البخار وأبوداود والترمذى والنسائى وابن ماجة}

Dari Utsman r.a. beliau berkata bersabda Rasulullah SAW, "Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya"

Dalam kitab-kitab Hadits, Hadits ini diriwayatkan dengan memakai huruf (و) "dan" sebagaimana yang telah diterjemahkan di atas. Dengan demikian menurut Hadits tersebut, keutamaan itu akan diperoleh Oleh orang yang mempelajari A1-Qur'an dan mengajarkannya kepada orang lain.

Gambar oleh Fauzan My dari Pixabay 

Tetapi dalam beberapa kitab Hadits, ada yang meriwayatkan dengan memakai huruf(او) "atau", sehingga dengan terjemahan Seperti itu akan mempunyai makna bahwa yang terbaik dan yang paling utama adalah yang belajar Al-Qur'an Saja ataupun yang mengajarkan A1-Qur'an saja. Kedua-duanya akan mendapatkan derajat utama.

Al-Qur'an adalah dasar agama. Menjaga dan menyebarkannya adalah menentukan tegaknya agama ini. Dengan demikian keutamaan mempelajari dan mengajarkannya sudah sangat jelas, Sehingga tidak perlu dijelaskan lagi. Meskipun demikian terdapat derajat yang berlainan dalam mempelajari A1-Qur'an. Lebih sempurna lagi kalau kita mempelajari Al-Qur'an dengan memahami arti dan makna yang terkandung di dalamnya. Derajat yang terendah adalah mempe lajari lafadhnya saja.

Rasululllah s.a.w. dalam Hadits yang diriwayatkan secara mursal dari Sa'id bin Salim r.a. menekankan, "Barang siapayang telah mempelajari Al-Qur'an, tetapi kemudian dia menganggap bahwa Orang lain yang telah diberi kelebihan yang lain itu lebih afdhal dari dirinya, berarti dia telah menghina nikmat Ailah, SWT yang telah diberikan kepadanya sehingga dia dapat belajar Al-Qur'an"

Dengan demikian jelaslah bahwa A1-Qur'an adalah lebih tinggi dibandingkan dengan hal-hal lainnya, sebagaimana diterangkan dalam Hadits berikutnya. bahwa membaca dan mengajarkannya adalah lebih afdhal dari segala sesuatu apa pun. Dalam Hadits lain yang disebutkan oleh Mulla Ali Qari rah.a. dikatakan bahwa barang siapa menghafal Al-Qur’an maka ia telah menyimpan ilmu-ilmu keNabian dalam kepalanya. Sahl Tastari rah.a. berkata, "Tanda-tanda kecintaan Allah adalah bahwa Allah memasukkan rasa Cinta kepada A1-Qur'an dalam hati seseorang- "

Dalam Syarah Ihya ditulis bahwa golongan orang-orang yang akan mendapat perlindungan "Arsy Allah pada hari Kiamat yang sangat menakutkan nanti, termasuk di dalamnya adalah orang yang mengajarkan Al-Qur’an kepada anaknya, dan Orang yang belajar Al-Qur'an pada masa kecil dan selalu membacanya pada masa tuanya.

Komentar